Ruang Bermain untuk Jiwa Anak: Investasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Penulis – JF Bobby Saragih Guru Besar Arsitektur Binus University, pengajar mata kuliah Perilaku dalam Arsitektur.
Jakarta – Setiap tanggal 10 Oktober dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Namun di balik peringatan ini, ada kenyataan yang perlu kita hadapi: gangguan kesehatan mental bisa dialami siapa saja, tanpa mengenal batas ekonomi, pendidikan, suku, agama, bahkan usia.
Anak-anak dan remaja bukan pengecualian. Sebuah penelitian terbaru oleh Reaume dan tim (2025) yang dimuat dalam Journal of Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology mengungkapkan bahwa sekitar satu dari lima anak pernah mengakses layanan kesehatan mental. Menariknya, banyak di antara mereka juga mengalami gangguan fisik, yang membuat kondisi mereka semakin kompleks.
Fakta ini memperkuat seruan global untuk segera mengatasi krisis kesehatan mental pada anak dan remaja. Koalisi Kesehatan Mental Pan-Eropa WHO menempatkan peningkatan kualitas layanan kesehatan mental anak sebagai prioritas utama di berbagai negara. Hal ini bukan tanpa alasan-karena sebagian besar gangguan mental dimulai sejak usia dini, bahkan sebelum anak beranjak dewasa.
Baca artikel detikedu, “Ruang Bermain untuk Jiwa Anak: Investasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045” selengkapnya https://www.detik.com/edu/edutainment/d-8159032/ruang-bermain-untuk-jiwa-anak-investasi-sehat-menuju-indonesia-emas-2045.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Comments :