Menjadi salah satu perserta 10 besar Kompetisi Tugas Akhir di Universitas Sepuluh November (ITS) Surabaya merupakan sebuah pengalaman dan penghargaan yang luar bagi saya, karena bukan hanya diberikan kesempatan untuk sharing karya Tugas Akhir saya tetapi juga dapat mendengarkan karya Tugas Akhir dari universitas – universitas ternama lainnya.  Pengalaman bertemu dan sharing mengenai pengalaman Tugas Akhir dengan peserta universitas lain juga memberikan masukan kepada saya dan jurusan mengenai kelebihan dan kekurangan akan pengalaman Tugas Akhir yang saya jalani di Universitas Bina Nusantara.

Menjadi peserta presentasi yang ke-9 membuat saya cukup percaya diri akan karya Tugas Akhir saya karena dari ke 8 karya lainnya yang maju, karya perancangan dan tata cara penyelesaian permasalahan dalam perancangan sayalah yang paling berbeda dibandingkan dengan karya dari universitas lainnya yang masih menggunakan tata cara perancangan yang normal dilakukan selama ini. Pendekatan perancangan dan penyelesaian permasalahan saya yang berbeda juga memberikan rasa takut dan grogi saat itu. Tetapi selalu mengingat bahwa “Perbedaan Belum Tentu Salah, Melainkan Mempunyai Identitas Keunikan”, saya maju dan puji syukur dapat membawa Juara 3 untuk Universitas Bina Nusantara.

Persaan sangat bangga melihat bahwa banyak mahasiswa sederajat dengan saya bahkan ada mahasiwa master yang tertarik dengan karya saya dan keunikan dari proses yang saya lakukan dalam karya Tugas Akhir saya. Pada akhirnya, juara 3 hanya lah buat saya, tetapi Juara1 selalu akan diberikan kepada dosen pembimbing saya (Firza Utama Sjarifudin, S.T., M.Eng., Dr.Eng dan Ir. Nofriyon Nasir) yang telah berjuang dalam membantu, mempertahankan, dan membimbing saya melewati segala tantangan perancangan dan penolakan dari pihak lain yang pernah terjadi. Merekalah yang saya rasa menjadi TEROBOSAN dalam membantu jurusan arsitektur BINUS mendapatkan Identitas arsitekturnya. Saya sangat bangga menjadi salah satu “produk” BINUS dan berharap untuk kedepannya, lebih banyak terobosan baru yang keluar dari mahasiswa arsitektur dan keluarga jurusan arsitektur BINUS sehingga jurusan arsitektur BINUS dapat menghasilkan lulusan arsitektur yang berbeda yang memiliki identitas dan Value tersendiri.

Tidak lupa saya menyampaikan rasa terima kasih saya yang sebesar – besarnya kepada Ibu Nina Nurdiani  dan Bapak Gatot Suharjanto yang telah memberikan saya dukungan sejauh ini sehingga dapat mencapai kesuksesan untuk jurusan arsitektur Bina Nusantara.

(Jika bisa berbeda, kenapa mesti sama. Enforcing Uniqueness and Value)

MENCIPTAKAN PERBEDAAN LEBIH BAIK DARI PADA MENGIKUTI PERBEDAAN YANG TERJADI

Hardy 4 Hardy 3 Hardy 2 Hardy 1