People Innovation Excellence

Terbukti… Bambu Bukan Lagi Material Kaum Udik!

KOMPAS.com – Material bambu memiliki kekuatan, kedalaman filosofi, keindahan, dan fleksibel saat digunakan. Perawatan yang tepat membuatnya tahan hingga 100 tahun.

“Sayang atuh, Kang, padahal hampir 90 spesies dari 140 spesies bambu di Indonesia ada di bumi Priangan,” kata Diar Risdiana (32), desainer interior dari Manikmaya, konsultan interior.

Diar menghabiskan waktu selama 6 tahun untuk mengolah bambu dan kayu Salak.

“Untuk beberapa elemen struktur bangunan, saya memilh bambu tertentu, seperti jenis bitung, gombong, dan tamiang. Keduanya mempunyai diameter yang besar, antara 18 sampai 22 cm,” katanya.

Dari pulau Bali, material bambu diolah PT Bamboopure/Ibuku dengan menghasilkan bangunan Greenvillage di Ubud.

“Dari sekitar 1.250 jenis bambu di dunia, 140 jenis atau 11% nya adalah spesies asli Indonesia. Selain itu, bambu mudah didapat dan termasuk material yang bisa diperbaharui,” kata Effan Adhiwira, yang pernah bekerjasama dengan Bamboopure.

Dengan perawatan yang tepat, rumah bambu bisa bertahan sampai 100 tahun. Namun, tentu saja, ada yang harus diperhatikan dalam merawat bangunan bambu.

“Atap dari bambu harus dirawat untuk melindungi kolom dari kontak dengan aliran air hujan dan sinar matahari,” kata Elora Hardy, Creative Director, PT Bamboopure/Ibuku.

“Kendala di lapangannya adalah kita tidak akan mendapat ukuran bambu yang sama,” ujarnya.

Bambu yang dipasang juga harus langsung dimonitor pada bagian sambungan. Dari Tasikmalaya, Sukabumi, Majalengka, hingga pulau Bali, bambu tak terusik kedudukannya sebagai tanaman habitat asli Indonesia.

Bangunan Greenvillage, misalnya, adalah karya yang mendefinisikan ulang tentang pemanfaatan bambu sebagai material pendamping. Ungkapan ‘bambu adalah material untuk kaum udik atau orang desa’ sudah tidak relevan lagi. Bambu digunakan karena filosofi kekuatan, keindahan, dan fleksibilitasnya.

sumber : http://properti.kompas.com/read/2011/11/25/11513949/Terbukti.Bambu.Bukan.Lagi.Material.Kaum.Udik.


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close